on . Hits: 322

Profil dan Sejarah Pengadilan Agama Selat Panjang

Peradilan Agama merupakan salah satu pelaku kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan yang beragama Islam mengenai perkara tertentu yang diatur dalam undang-undang. Kekuasaan kehakiman dilingkungan Peradilan Agama dilaksanakan oleh Pengadilan Agama (Pengadilan Tingkat Pertama) dan Pengadilan Tinggi Agama (Pengadilan Tingkat Banding), dan Puncak dari kekuasaan Kehakiman dilingkungan Pengadilan Agama berada pada Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Pengadilan Agama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara-perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam di bidang : 1. Perkawinan, 2. Waris, 3. Wasiat, 4. Hibah, 5. Wakaf, 6. Zakat, 7. Infaq, 8. Sadaqah, dan 9. Ekonomi Syariah, sesuai Pasal 49, Undang-undang Nomor 3 tahun 2006.

Adapun Wilayah hukum suatu pengadilan merupakan kompetensi relatif pengadilan agama yang bersangkutan, yang meliputi wilayah kabupaten atau pemerintahan kota sesuai pasal 4 ayat (1) Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 yang di ubah dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama yang menyatakan bahwa “Pengadilan Agama berkedudukan di Kotamadya atau di ibukota kabupaten, dan daerah hukumnya meliputi wilayah kotamadya atau kabupaten”.

Dengan lahirnya Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama Sebagaimana telah diubah beberapa kali dan terakhir dengan Undang-undang Nomor 50 tahun 2009, khususnya sebagaimana yang diatur dalam pasal 106 maka Lembaga Peradilan Agama mengalami perubahan-perubahan yang sangat mendasar. Status dan eksistensinya telah pasti, sebab melalui pasal 106 tersebut keberadaan lembaga Peradilan Agama yang dibentuk sebelum lahirnya Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 keberadaannya diakui dan disahkan dengan Undang-undang peradilan ini. Dengan demikian Peradilan Agama menjadi mandiri sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dimana ciri-cirinya antara lain hukum acara dilaksanakan dengan baik dan benar, tertib dalam melaksanakan administrasi perkara dan putusan dilaksanakan sendiri oleh pengadilan yang memutus perkara tersebut.

Pengadilan Agama Selatpanjang pada tahun 1970 yang berlokasi di Jalan Amalia Selatpanjang masih berstatus tempat balai sidang/sidang keliling oleh Pengadilan Agama Pekanbaru dan kemudian baru pada tahun 1972 Pengadilan Agama Selatpanjang Resmi dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Agama No. 34 tahun 1972 tanggal 16 Maret 1972.

Pada tahun 1980 Kantor Pengadilan Agama Selatpanjang dipindahkan dan memakai Gedung Balai Latihan Gulat Selatpanjang dan masih berlantaikan tanah pengerasan alias tidak rata. yang terletak di Jalan Diponegoro Selatpanjang dengan status bangunan Kantor Kontrakan dengan ukuran bangunan sekitar 5 X 7 Meter, dan kiri – kanan kantor adalah rumah penduduk keturunan cina.

Kemudian pada tahun 1982 Depertemen Agama RI mengalokasikan anggaran untuk Pembangunan Kantor Pengadilan Agama Selatpanjang dan terealisasi pada tahun itu juga serta dibangun Kantor Pengadilan Agama Selatpanjang yang bertempat di Jalan Yos Sudarso diatas sebidang tanah dengan ukuran 20 X 40 M dengan kondisi Tanah Rawa-rawa, sampai sekarang telah mengalami penambahan ruang sidang dan perbaikan serta rehap ringan, baik dengan anggaran Departemen Agama maupun dengan Anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis, namun karena konstruksi bangunan kantor terbuat dari Kayu dan berdiri diatas rawa-rawa, sehingga pelayanan prima bagi pencari keadilan kurang dapat terujut, karena dengan kondisi kantor yang terlalu kecil dan lapangan parkir yang tidak ada disamping itu berkas-berkas yang ada selalu dihinggapi/dimakan rayap. maka mau tidak mau harus diupayakan untuk membangun sebuah Kantor Pengadilan Agama Selatpanjang yang representatif dan sesuai standar yang ditetapkan oleh Mahkamah Agung RI.

Dalam tahun 2007, oleh Mahkamah Agung RI dalam DIPA Tahun 2007 Pengadilan Agama Selatpanjang termuat Anggaran untuk mengawali pembangunan sebuah Kantor Baru Pengadilan Agama Selatpanjang sesuai Prototipe yang disahkan oleh Mahkamah Agung RI, namun karena anggaran yang tersedia tidak memadai untuk sampai ke finbising, maka Pembangunan Kantor Baru tersebut dilaksanakan secara bertahap sebanyak tiga tahap dan finising pada tahun 2009.

Sejak tahun 2010 operasional Pengadilan Agama Selatpanjang telah beroperasi dengan nyaman di Gedung Baru Kantor Pengadilan Agama Selatpanjang seperti gambar diatas.

Ketua Pengadilan Agama Selatpanjang sejak pertama kali berdiri adalah sebagai berikut:
1.   Drs. Bukhari Ras tahun 1976 sampai tahun 1980
2.   Drs. Abbas Hasan tahun 1980 sampai tahun 1988
3.   Drs. Taslim tahun 1988 sampai tahun 1998
4.   Drs. Trubus Wahyudi tahun 1998 sampai tahun 2003
5.   Drs. H. Endang Tamawi tahun 2003 sampai tahun 2007
6.   Drs. Nasrul. K., S.H., M.H. tahun 2007 sampai tahun 2010
7.   Dra. Hj. Husni Rasyid, S.H., M.H. tahun 2010 sampai tahun 2011
8.   Drs. Adnan Yus, S.H. tahun 2011 sampai tahun 2014
9.   Drs. Nusirwan, S.H., M.H. tahun 2015 sampai tahun 2018
10. Elidasniwati, S.Ag., M.H. tahun 2018 sampai tahun 2020
11.  Fithtiati AZ, S.Ag tahun 2020 sampai tahun 2020
12.  Dr. Erlan Naofal, S.Ag., M.Ag. tahun 2020 sampai sekarang

2. WAKIL KETUA PENGADILAN AGAMA DARI MASA KE MASA

Wakil Ketua Pengadilan Agama Selatpanjang sejak pertama kali berdiri adalah sebagai berikut:

1.   Drs. H. Taufiqurrahman, S.H. tahun 1995 sampai tahun 2006
2.   Drs. Moh. Nur, M.H tahun 2006 sampai tahun 2010
3.   Drs. Samsul Amri, S.H., M.H. tahun 2010 sampai tahun 2012
4.   Drs. A. Karim Basyah tahun 2012 sampai tahun 2014
5.   Drs. H. Daswir, M.H. tahun 2016 sampai tahun 2018
6.    Fithtiati AZ, S.Ag tahun 2018 sampai tahun 2020
7.   Ahmad Syafruddin, S.H.I., M.H. tahun 2020 sampai Sekarang

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Selatpanjang
Jl. Dorak, Banglas, Kec. Tebing Tinggi,
Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau 28791

(0763) 32220/434000
email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

  Lokasi Kantor

Copyright © 2018 IT. Pengadilan Agama Selatpanjang